KERJA KERAS adalah kunci
keberhasilan menjadi penulis, terutama bagi pemula. Sekolah apapun yang
ditempuh, apabila tidak menyekolahkan diri secara khusus untuk bekerja keras
dalam mewujudkan impian, maka segalanya akan sia-sia. Memang, secara formal
tatacara penulisan harus dilakukan, tetapi menulis akan menjadi matang dan
masak dengan melakukan uji coba secara rutin.
Aku jujur, bukan dalam
kategori baik dalam kerja keras menulis, tetapi aku juga tidak terlalu buruk
untuk terus berjalan melangkah dan setiap hari menyediakan waktu untuk menulis.
Termasuk tulisan yang anda baca, ini adalah serial kelima, membicarakan tentang
spirit dan semangat agar anda terus belajar menulis dan bertahap mewujudkan impian,
seperti aku juga mengalami mimpi yang sama.
Dalam konteks ini, gejala-gejala ‘berat tangan’ memulai menulis, bisa ditimbulkan oleh beberapa faktor. Pertama, lingkungan dimana anda bergaul dan bertempat tinggal. Faktor ini, bisa mempengaruhi apakah anda bisa mulai menulis, melanjutkan menulis atau berhenti seketika. Aku kira faktor x ini, bukan hanya dalam menulis saja, dan bisa terjadi dalam job lainnya. Tapi khusus dalam menulis, faktor lingkungan bisa mematikan seluruh nyawa sampai tak tersisa. Satu kali berhenti menulis, maka selamanya akan tertidur lelap dan panjang, dan sulit untuk bangkit kembali.
Makanya aku selalu
meyakinkan, idelanya menulis tak sebatas ruang dan waktu. Tapi waktu dan ruang
itu, terkadang tidak seluas lingkungan yang terkadang mengurangi fokus dalam
menulis dan menjemput datangnya gagasan. Kendati demikian, cara terbaik
mengatasi hal ini adalah dengan memanfaatkan momentum jangan sampai ide dan
gagasan anda menulis menunggu sempurna. Terpenting sekarang berani mengawali. Biarlah
kesempurnaan itu terpenuhi, bersamaan dengan anda mahir menulis.
Berbahagialah, anda yang
memiliki banyak waktu dan memang dilahirkan dari lingkungan yang semuanya
mendukung untuk tetap fokus terjaganya stamina dalam menulis. Memang, sebagian
besar penulis besar, tidak mengawali menulis dalam usia tiga puluhan, namun
dari belia mereka sudah menghasilkan karya. Namun, aku juga masih yakin bahwa
menulis pemula tidak memandang usia. Meskipun umurnya sudah tua, namun misalkan
ada kemauan menulis saat usia tiga puluhan, maka itu masih dikategorikan pemula
juga.
Kedua,
faktor yang mempengaruhi anda tidak bisa bekerja keras dalam menulis adalah, tidak memiliki
istirahat yang cukup.
Misalkan, anda memiliki job pokok lain dan menulis masih menjadi pekerjaan sampingan.
Sebab, barangkali menulis belum bisa dijadikan pekerjaan utama. Apalagi bagi
pemula seperti saya dan anda. Spirit untuk berubah dan setiap saat menghasilkan
karya tulisan, itu lebih berharga untuk memulai memperoleh hasil yang maksimal.
Agar memiliki istirahat yang cukup, menurut pengalamanku, waktu terbaik dalam menulis adalah tengah malam setelah shalat tahajjud atau setelah shalat subuh. Waktu-waktu itu bagiku, adalah waktu yang utama dan
bisa menghasilkan karya-karya produktif. Dengan memiliki waktu khusus, maka waktu istirahat akan maksimal dan tidak kelelahan ide. Cobalah, saat itu kamu menulis. Bila memang, kamu memiliki cita-cita menerbitkan novel dan buku, harus fokus dari mulai sekarang. Jangan menunggu dalam menulis.